Home / Supermarket vs Pasar Tradisional

Supermarket vs Pasar Tradisional

Supermarket vs Pasar Tradisional

Zaman terus berubah mengikuti kemajuan, begitu pula dengan supermarket vs pasar tradisional.  Kemudahan dalam mengakses segala kebutuhan. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan berbelanja. Kementerian Perdagangan menyatakan saat ini masyarakat mulai merubah pola belanja. Dari pasar tradisional ke pasar modern, seperti toko swalayan, minimarket dan supermarket. Hal ini terjadi karena pasar tradisional yang tidak memberikan banyak pilihan belanja, juga terbatas oleh waktu. Berbeda dengan supermarket yang buka hingga malam, bahkan ada yang menawarkan buka 24 jam.

Supermarket vs Pasar Tradisional

Juga didasarkan pada kebutuhan pribadi, masyarakat umum biasanya lebih memilih belanja ke supermarket vs pasar tradisional. Karena pasar lebih ditujukan bagi para pedagang warung, dan tanpa penataan yang rapi dengan menggunakan rak minimarket, atau masyarakat yang membeli dalam jumlah banyak atau grosir.Itu sebabnya, supermarket mulai menjamur di Indonesia. Ini berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang mengungkapkan bahwa pasar modern jenis minimarket atau supermarket meningkat sebanyak 14 persen dalam tiga tahun terakhir.

Sebenarnya izin untuk mendirikan minimarket atau supermarket sudah diatur oleh pemerintah. Izin mendirikan minimarket atau supermarket diatur berdasarkan jarak. Hal ini untuk menekan tumbuhnya pasar modern.Selain jarak, izin mendirikan pasar modern juga diatur berdasarkan jumlah pertumbuhan penduduk di daerah tersebut. Idealnya sebuah minimarket atau supermarket melayani sekitar 1.000 keluarga. Izin ini juga untuk memimalkan penguasaan suatu daerah oleh hanya satu jaringan toko saja.

Bukan hanya izin mendirikan pasar modern, bahkan dalam menjual produk-produk, pasar modern memiliki aturan apa yang bisa dan dilarang untuk diperjualbelikan di etalase rak minimarket. Izin yang rumit dan standar penjualan tak menurunkan menjamurnya pasar modern jenis minimarket atau supermarket. Tetap saja pasar modern ini ramai dibangun. Karena memang menjawab kebutuhan masyarakat umum akan kemudahan dan kenyamanan berbelanja. Karena barang yang dicari sangat mudah ditemukan dengan penataan di rak minimarket.

Supermarket vs Pasar Tradisonal sangat berpengaruh pada pasar tradisional. Lalu bagaimana dengan nasibnya? Keberadaannya mulai tidak dianggap. Tentu saja ini akan berpengaruh terhadap para pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar tersebut yang pada umumnya adalah rakyat dengan ekonomi menengah ke bawah.Padahal di pasar itu, para pedagang kecil juga membayar sewa ataupun pajak agar terus dapat berjualan. Para pedagang kecil ini tak ada pilihan lain selain terus menjajakan barang dagangannya, walau sepi pengunjung. Keluhan seperti ini banyak dikeluhkan oleh para pedagang di pasar tradisional.

supermarket vs pasar tradisional

Para pedagang kecil di pasar tradisional tak bisa berbuat apa-apa, selain berharap pada pemerintah ada kebijakan untuk mengurai masalah ini. Hal ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agak ekonomi masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mengalami penurunan.Pemerintah mulai mengerjakan pekerjaan rumah ini dengan mengetatkan aturan dan perizinan mendirikan pasar modern. Pengawasan terhadap produk yang boleh dijual. Juga melakukan pembinaan pada para pedagang kecil, agar tetap bertahan untuk bersaing dengan pasar modern yang tumbuh pesat.

Pemerintah juga memberikan tindakan tegas bagi pasar modern yang tidak memiliki izin lengkap dan melanggar aturan. Sangsi akan diberikan untuk menertibkan pasar modern agak tidak merugikan para pedagang di pasar. Untuk penguatan , pemerintah ikut turut serta dan langsung turun tangan. Pemerintah harus sering blusukan ke pasar-pasar  dan mendengarkan keluhan para pedagang kecil di pasar tersebut. Membantu mencarikan solusi.

Salah satu cara pemerintah untuk meramaikan kembali pasar tradisional adalah dengan memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan pasar. Perbaikan terhadap sarana umum di perlu diadakan. Fasilitas pendukung ini tak bisa diremehkan, karena bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi para pembeli untuk berbelanja.Jika dibandingkan dengan minimarket atau supermarket, pasar memang jauh berbeda dari segi kenyamanan. Kebersihan dan rasa aman yang ditawarkan ditawarkan oleh minimarket dan supermarket dengan penataan barang yang sangat bagus di rak minimarket juga menjadi faktor penting yang masih susah didapat di pasar.

Para pembeli zaman sekarang adalah pembeli yang cerdas. Itu sebabnya para pedagang juga harus berpikir cerdas. Dan ini adalah kelemahan pasar konvensional. Karena dikelola oleh pemerintah, keadaan ini seolah dianggap tidak penting, sehingga sering terabaikan.Padahal pasar konvensional jika diperbaiki sistem dan pemeliharaannya dan cara mendisplay barang di rak minimarket juga akan menjadi daya tarik bagi para pembeli. Karena di pasar bisa mendapatkan apa saja yang dibutuhkan. Mulai dari sayur-mayur, ikan dan daging, hingga pakaian.

Tapi buruknya kondisi pasar tradisional menghilangkan minat masyarakat untuk berbelanja. Selain itu para pedagang di pasar tradisional yang minim edukasi tentang tata cara berjualan yang memadai.Ada baiknya pemerintah memberikan edukasi terhadap para pedagang di pasar tradisional. Agar tidak tergilas dengan kemajuan teknologi di zaman sekarang yang melaju pesat.

Bukan hanya para pedagang kecil di pasar, para pedagang kecil jenis warung juga mengalami hal yang sama. Penurunan tingkat pembelian. Efek minimarket dan supermarket yang menjamur memang melumpuhkan ekonomi masyarakat kecil ekonomi menengah ke bawah. Bahkan sekarang mulai digalakkan untuk berbelanja di warung tetangga daripada harus ke minimarket atau supermarket. Ini salah satu cara agar pedagang kecil jenis warung di pinggir jalan tidak mati.

Alasan harga yang lebih murah dan lebih lengkap membuat para pembeli mulai meninggalkan kebiasaan belanja di warung tetangga ataupun di pasar konvensional .Padahal jika berbelanja di warung tetangga atau pasar, sama saja membantu ekonomi pedagang tersebut. Keuntungan yang tidak seberapa itu digunakan para pedagang untuk menghidupi keluarga mereka.

So, mulai sekarang mulailah berbelanja di warung terdekat atau di pasar. Dengan begitu anda sudah membantu kehidupan orang lain.

Sebenarnya keberadaan minimarket dan supermarket juga memiliki kebaikan. Salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja. Sehingga membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran.

rak gondola minimarket supermarket

Karena persaingan antara Supermarket vs Pasar Tradisional akan menghasilkan kebijakan dan keputusan dari pemerintah. Pasti akan ada pro dan kontra. Bijaksanalah dalam menyikapi. Jangan sampai mudah terprovokasi oleh segelintir orang yang memanfaatkan keadaan. Jadilah masyarakat cerdas.

Antara pasar modern dan pasar tradisional, masing-masing memiliki keunggulan dan juga kekurangan. Berusahalah menonjolkan keunggulan agar dapat menutupi kekurangan.Artikel ini dibuat semata untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap pasar yang mulai ditinggalkan. Bukan tidak mungkin nanti pasar tersebut akan hilang tergantikan oleh pasar modern.

Dengan hilangnya pasar tradisional, tentu akan menghilangkan beberapa produk yang memang hanya dijual di pasar itu. Salah satunya adalah jajanan pasar. Kue-kue khas akan hilang dari pasar. Tergantikan dengan biskuit dan roti. Ini hanya salah satu contoh betapa menyedihkan jika pasar konvensional menghilang.

Pasar  bukan sekadar pasar tempat melakukan jual beli. Ada keramahan di sana. Ada keriuhan yang menjadi ciri khas. Ini adalah bagian yang akan dirindukan jika pasar tradisional benar-benar hilang.

Lalu generasi yang akan datang tak pernah tahu asal muasal jual beli masa lalu. Sangat disayangkan. Tak ada lagi tawar-menawar. Tak lagi ada sapaan ramah nan tulus dari para pedagang, yang mungkin salah satunya adalah keluarga kita yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

harga rak gondola minimarket supermarket

Supermarket vs Pasar Tradisional