Home / Supermarket Besar Gulung Tikar

Supermarket Besar Gulung Tikar

Supermarket Besar Gulung Tikar

Artikel di bawah ini, akan membahasa tentang supermarket besar gulung tikar, beserta alasannya. Supermarket di Indonesia seperti sudah menjadi tren dan memang sangat digandrungi, bukan saja remaja, tapi juga dewasa, bahkan anak-anak. Dari laki-laki, perempuan dan dari tingkat ekonomi yang tidak hanya diperuntukan bagi kalangan kaya saja, namun juga kalangan menengah dan ke bawah. Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa, banyak supermarket yang menyumbangkan pajak ke negara. Tapi, belakangan ini banyak kasus terjadi, supermarket besar yang “nakal” karena tidak membayar pajak ke negara atau bahkan yang gulung tikar karena kalah dalam persaingan merebut perhatian dan daya beli pasar karena berbagai alasan. Dan dalam artikel ini, akan dibahas mengenai supermarket yang tutup atau gulung tikar, dan melelang barang dagangannya dengan sangat murah . Termasuk rak supermarket beserta aksesorisnya, bahkan ketika sedang ramai dan laris dikunjungi. Bagaimana dan apa saja supermarket tersebut, berikut ulasannya, yaitu :

banyak supermarket gulung tikar

1. 7-Eleven

Supermarket yang satu ini, sebenarnya banyak sekali peminatnya. Selain menjual kebutuhan sehari-hari, 7-Eleven atau lebih sering di sebut SeVel juga menjual jenis-jenis makanan fast food yang sebenarnya lezat dan murah. Terbukti dengan banyaknya food floger yang me-review makanan dari SeVel ini. Namun sayangnya, tahun 2017 ini SeVel menutup hampir 30 gerai di berbagai cabang di Indonesia.

Ke tiga puluh gerai SeVel yang tutup ini tersebar di Jakarta, dan salah satunya di cabang Bursa Efek Indonesia (BEI). Corporate Secretary PT Modern Putra Indonesia, Tina Novita, mengatakan sejumlah gerai yang tutup di awal tahun ini dikarenakan ada beberapa toko tidak mampu mencapai target pejualan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Sejak tahun 2015 SeVel memang sudah mengalami kerugian karena waktu tahun 2015 ekonomi sedang tidak bagus, lalu daya saing yang sangat tinggi, serta daya beli konsumen yang rendah, maka pihak SeVel memutuskan untuk menutupnya.

Lalu alasan lain yang menyebabkan SeVel tutup adalah, karena dilarangnya menjual atau menyediakan minuman yang mengandung alkohol, atau bahkan alkohol itu sendiri, yang dimana barang tesebut di display di rak supermarket paling depan. Larangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minol. Aturan tersebut mulai berlaku efektif 17 April 2015.Dan saat ini, SeVel sedang me-review kinerja dan pendapatan SeVel. .

2. Hypermart

jual rak supermarket minimarket murah

3. Matahari Putra Prima Tbk

Menutup dua gerai Hypermart yang menurut sang empunya dianggap paling tidak menguntungkan bagi perusahaan. Penutupan gerai ini, menimbulkan berbagai dampak, salah satunya pemutusan hubungan kerja (PHK). Walaupun demikian, dengan menutup dua gerainya, Hypermart masih memcoba peruntungan dengan membuka gerai-gerai baru yang cukup menjanjikan seperti foodcourt, SmartClub serta Boston HBC. Hal ini tentunya cukup memberikan angin segar bagi para pelaku usaha dan juga karyawan yang sudah di PHK.

4. Ramayana

Baru-baru ini ramai dibicarakan bahwa PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) atau lebih dikenal dengan Ramayana akan menutup 8 gerainya mulai minggu depan. Menurut berita ke-delapan gerai Ramayana yang akan ditutup adalah di Gersik, Banjarmasin, Bulukumba, Bogor, Pontianak, Sabang dan Surabaya.

Namun, menurut pemilik Ramayana, alasan menutup ke-delapan gerai ini, bukan semata-mata karena gerai bangkrut ataupun trafik pengunjung sedikit atau bahkan menurun. Namun penutupan ini dikarenakan akan adanya penyegaran dalam hal display di rak supermarket, perencanaan target market yang lebih baik dalam menarik minta para konsumen untuk berbelanja di supermarket tersebut.

5. Lotus

Dinaungi oleh brand Lotus dan berdiri di atas PT. Mitra Adiperkasa (MAP), supermarket dan pusat perbelanjaan Lotus yang berlokasi di Thamrin, Jakarta Pusat terpaksa gulung tikar. Dan penutupan supermarket Lotus juga merembet pada gerainya yang lain yang berada dii Cibubur Plaza, Grand Galaxy, Bekasi dan Sarinah. Penutupan yang dilakukan pada hampir 100 gerai Lotus yang tersebar di beberapa lokasi, mengindikasikan bahwa Lotus mengalami penurunan pendapatan dan merugi. Dan diakui oleh pihak Lotus bahwa biaya operasional, gaji karyawan dan pengeluaran lainnya memang tidak dapat lagi ditutup dari pemasukan penjualan barang yang di display di atas rak supermarket di Lotus.

6. Disc Tara

Supermarket yang mengkhususkan diri pada penjualan kaset,dan semua hal berbau musik dalam hard copy Disc Tarra ini sempat menutup beberapa gerainya di akhir tahun 2015, namun lama kelamaan perusahaan ini resmi menutup 100 gerainya pada tahun 2016. Hal ini karena terjadinya pergeseran minat pada jenis platform dan tren belanja masyarakat. Bagi para pecinta musik, hard copy atau bentuk fisik sudah sangat kurang diminati. Dewasa ini, konsumen dan masyarakat hanya perlu mengunduh musik atau film dari internet, atau bahkan kemungkinan mengunduh secara ilegal juga menyebabkan Disc Tarra kalah saing. Hal inilah yang membentuk konsep di mana masyarakat lebih condong kepada digital platform atau streaming yang bisa dinikmati kapanpun bahkan tanpa harus membayar satu peser pun.

harga rak supermarket murah

 

Jika dilihat dengan begitu banyaknya supermarket baik retail dan jenis lainnya,  yang menyediakan banyak barang di atas rak supermarket, keperluan sehari-hari hingga barang-barang lainnya, membuat kita bertanya apa alasan supermarket besar gulung tikar dan melelang semua barang dagangan yang berada di atas rak supermarket . Lalu apa sajakah alasan yang melatar belakanginya, ada beberapa alasan yang bisa kita simpulkan, seperti :

1. Menjamurnya Online Shop

Ya, alasan yang satu ini pasti setuju jika kita taruh pada alasan pertama penyebab supermarket besar gulung tikar. Di Online shop berbagai kebutuhan bisa Anda dapatkan, tanpa harus berpanas-panasan atau memghadapi kemacetan. Inilah mengapa Anda lebih memilih berbelanja pada Online shop. Dan dari pihak penyedia barang juga tidak usah repot-repot harus mempunyai gerai dan alat-alat rak supermarket dan aksesorisnya.

2. Alih fungsi

Mall atau supermarket sudah bukan lagi menjadi tempat berbelanja, namun juga dijadikan sebagai tempat kumpul-kumpul atau sekedar bercengkrama dengan teman bahkam keluarga, lalu mereka hanya akan window shopping dan pulang setelah puas berkeliling tanpa berbelanja.

3. Keadaan Ekonomi yang sulit

Daya beli masyarakat yang menurun, bisa juga diakibatkan karena sulitnya mencari uang dan kebanyakan dari Anda memilih tempat lain, selain supermarket untuk berbelanja karena hitungan hemat dan ekonomis.

4. Pajak

Ketika Anda berbelanja di supermarket dan dikenakan pajak yang lumayan besar, dibandingkan dengan berbelanja online atau bahkan ke pasar, maka mana yang lebih murah itu yang akan dipilih. Hal ini juga yang menyebabkan matinya pasaran supermarket dan mall yang gulung tikar.

5. Tingkat ekonomi melemah

Tidak bisa dipungkiri, bahwa lemahnya kondisi ekonomi sekarang menyumbang andil pada lemahnya daya beli masyarakat.

Demikian beberapa ulasan yang disampaikan di atas, ulasan mengenai supermarket besar gulung tikar dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi, juga ulasan mengenai rendahnya daya beli masyarakat dewasa ini. Semoga dengan ulasantentang supermarket besar gulung tikar ini dapat memberikan informasi dan menambah wawasan Anda.

 

harga rak minimarket murah

 

Demikian sedikit ulasan dari kami tentang :

Supermarket Besar Gulung Tikar

Semoga Bermanfaat