Home » Uncategorized » BISNIS MINIMARKET ITU MENJANJIKAN

BISNIS MINIMARKET ITU MENJANJIKAN

BISNIS MINIMARKET ITU MENJANJIKAN

Era modern mau tidak mau telah mengubah gaya dan cara hidup masyarakat dimana telah terjamah
modernisasi. Begitu pula masyarakat dunia internasional dan nasional, seperti Indonesia.
Modernisasi telah merambah di segala bidang kehidupan, termasuk dalam gaya atau cara berbelanja
kebutuhan sehari hari. Dulu orang berbelanja ke pasar atau ke warung warung terdekat dengan rumah.
Kini banyak orang berbelanja di minimarket (sebuah istilah baru untuk tempat berbelanja di era modern
ini).

Saat ini minimarket merebak dimana mana, di lingkup pedesaan maupun di perkotaan. Baik dalam skala
kecil ataupun besar. Hampir di semua pinggir jalan yang kita lalui tidak sedikit kita jumpai minimarket
dengan berbagai nama dan ciri khas bangunan masing masing. Lalu, mengapa demikian? Apakah
minimarket merupakan bisnis yang menjanjikan?

Jawabnya adalah "ya". Dengan berdirinya bangunan minimarket di berbagai tempat menjadi indikasi
bahwa bisnis tersebut menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Tidak mungkin, dong, orang
berbisnis kalau sudah tahu rugi, betul, nggak?

Bahkan meski minimarket sudah menjamur, tetap saja ada orang tertarik untuk mendirikan lagi, lagi,
dan lagi. Ini artinya masih banyak orang yang menikmati berbelanja di pasar modern itu. Wow, pasti
para pemilik minimarket ini konglomerat, ya? Tidak juga. Untuk memiliki bisnis ini tidak harus
konglomerat. Orang bermodal kecil juga bisa. Persyaratannya juga mudah. Pemilik modal minim
tersebut harus membuat kerjasama dengan sistem franchise. Sistem ini merupakan solusi paling praktik.

Dengan membeli franchise kita akan dipandu dari awal membuka usaha hingga menghasilkan
keuntungan. Penentuan standartnyapun sangat sederhana. Kita hanya diminta menyediakan tempat,
karyawan dan modal yang sesuai permintaan franchisor. Jika permohonan kita disetujui maka kita
tinggal membuka minimarket tersebut.

Keuntungan membuka minimarket dengan sistem franchise adalah kita tidak perlu branding atau
pengenalan minimarket kita. Yang kita perlukan hanyalah fokus pada promosi barang yang kita jual.
Sekarang banyak penyedia franchise minimarket dengan berbagai macam keunggulan layanan dan
pilihan paket awal modal usaha sehingga kita bisa menyesuaikan besarnya modal yang kita miliki.
Meski demikian, kita juga bisa menjalankan usaha tanpa sistem franchise, hanya saja kita harus
memperhatikan jaringan.Tak bisa dipungkiri jaringan penyedia minimarket dengan sistem franchise
sangat luas sehingga penyediaan produk isi minimarket pun mereka berlakukan sistem pembelian dalam
jumlah besar sehingga didapat harga yang murah untuk setiap produknya.

Kemudian untuk pengadaan tempat sebagai minimarket cukup bangunan yang luasnya berkisar mulai 50
meter persegi hingga 150 meter persegi. Ukuran tersebut mampu diisi dengan kurang lebih 20 rak.

Usahakan bagian lalu lalang pembeli masih sangat lebar, yaitu membutuhkan sekitar 5 meter untuk
lebar bagian depan minimarket.

Dari paparan di atas, tentu Anda sudah mengetahui gambaran global tentang minimarket. Ada baiknya
juga Penulis jelaskan tentang istilah tempat belanja modern yang lain, yang dinamakan supermarket.
Yang membedakan antara supermarket dan minimarket, diantaranya ialah kapasitas produk yang dijual
di dalamnya. Selain itu, prioritas pembeli minimarket adalah orang orang yang melewati tempat itu.
Sedangkan supermarket memang diprioritaskan untuk mereka yang berbelanja dalam jumlah lebih
besar, seperti belanja untuk keperluan keluarga dalam satu bulan. Untuk itu tempat strategis bagi minimarket adalah di tepi jalan, kompleks perumahan atau area yang ramai dimana banyak orang
melintas.

Hal penting lain yang harus kita perhatikan adalah segi kenyamanan berbelanja. Idealnya sebuah
minimarket mempunyai tempat parkir, ruangan ber- AC, dan produk produk tertata dengan rapi
sehingga pengunjung yang akan berbelanja merasa nyaman berada di dalamnya.

Beberapa waktu lalu, terjadi pro dan kontra atas kehadiran pasar modern baik yang berupa mall,
supermarket ataupun minimarket di berbagai wilayah di Indonesia. Yang pro, karena hadirnya pasar
modern tersebut bisa mengurangi pengangguran, terutama penduduk di sekitar bangunan
mall/supermarket/minimarket tersebut jadi karyawan/wati disitu. Para pelaku usaha kecil dan
menengah bisa menitipkan barang dagangan mereka untuk dijual dengan aturan yang telah disepakati
bersama antara pemilik/pengelola minimarket dengan para pelaku usaha kecil menengah. Selain itu,
masyarakat setempat senang karena jarak dekat dari rumah. Apalagi di beberapa minimarket telah
melakukan inovasi dengan program belanja online, delivery order maupun program banjir hadiah untuk
para pelanggan yang setia berbelanja disitu.

Sedangkan bagi yang kontra terhadap berdirinya pasar modern di atas, juga memiliki beberapa alasan :
para penjual di pasar tradisional banyak yang gulung tikar karena sepi pengunjung sehingga dagangan
mereka banyak yang tidak laku, rusak (untuk barang barang yang tidak tahan lama, seperti buah, sayur,
dan makanan matang, dan lain lain). Pendapatan tidak sesuai dengan yang dibelanjakan/untuk
kulakakan. Bahkan ada yang tidak laku sama sekali, sementara tiap hari para penjual harus bolak balik ke
pasar mengeluarkan ongkos transportasi, parkir dan membayar retribusi harian pasar.

Setelah membaca apa yang Penulis paparkan di atas, tentu Anda bisa merasakan dilema dari bisnis
minimarket yang saat ini menjanjikan keuntungan gurih namun disisi lain dibenci, tak dikehendaki.
Untuk itu peran serta pemerintah dalam membuat kebijakan terhadap penyedia minimarket sistem
franchise ini sangat diharapkan. Agar segala sesuatu diatur sesuai undang undang. Hal ini dimaksudkan
untuk melindungi semua kepentingan rakyat, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Pemilik modal bisa menjalankan bisnis franchisenya dan para penjual di pasar tradisional juga tetap bisa
mencari nafkah dengan baik, tidak merasa dibunuh mata pencahariannya oleh keberadaan minimarket
atau jenis pasar modern lainnya.

Dan alhamdulillah, para pembuat kebijakan di beberapa daerah di negeri tercinta ini, telah membuat
aturan, diantaranya :
1. Setiap usaha ekonomi/pendirian bangunan pasar modern harus berijin.
2. Perusahaan pengelola pasar modern (mall, supermarket dan minimarket) dalam menentukan lokasi
usahanya tidak boleh berdekatan jaraknya dengan lokasi pasar tradisional.
3. Pengelola pasar modern harus melibatkan sumber daya masyarakat sekitar tempat usaha yang
memenuhi persyaratan untuk menjadi karyawan (pramuniaga, tukang parkir, sekuriti, dan sebagainya).
4. Pemilik pasar modern harus mau menampung semua produk hasil kreativitas warga sekitar yang telah
memenuhi persyaratan/kriteria layak jual, kehalalan, kesehatan, pengemasan dan lain lain, untuk dijual.
Dengan aturan yang telah dikeluarkan pemerintah setempat, diharapkan semua kegiatan ekonomi dapat
berjalan lancar.

Demikian ulasan tentang "Bisnis Minimarket Yang Menjanjikan". Sebelum kita akhiri, dapat Penulis
simpulkan bahwa :
1. Bisnis minimarket dengan sistem franchise memang menjadi primadona saat ini, baik bagi pemodal
kecil maupun pemodal besar.
2.Pertumbuhan minimarket di berbagai wilayah di Indonesia membawa angin segar bagi peningkatan
perekonomian. Namun demikian, dalam prosesnya harus ada kebijakan yang mengatur agar pasar
tradisional tidak tergilas dan tersingkir oleh gaya/cara belanja modern tersebut.
3. Hadirnya minimarket harus bisa menjadi sarana dan wadah bagi pelaku usaha kecil dan menengah
dalam memamerkan dan menjual produk produk hasil kreativitas mereka.